Lahan pasca tambang sering dianggap sebagai kawasan yang sulit dipulihkan. Namun, di balik kondisi tersebut tersimpan harapan baru melalui kehadiran sengon buto (Enterolobium cyclocarpum (Jacq.) Griseb.), salah satu jenis pohon yang memiliki potensi besar dalam mendukung pemulihan lingkungan. Buku ini mengajak pembaca mengenal lebih dekat sengon buto, mulai dari karakteristik benih, cara mematahkan dormansi, memahami proses perkecambahan, hingga mengenal media pembibitan, pembenah tanah, unsur hara, dan berbagai faktor yang menentukan kualitas pertumbuhan bibit. Seluruh pembahasan disajikan secara runtut dengan bahasa yang ringan sehingga mudah dipahami, bahkan bagi pembaca yang baru mengenal dunia pembibitan tanaman.
Lebih dari sekadar membahas teknik pembibitan, buku ini membuka wawasan tentang pentingnya menghasilkan bibit yang berkualitas sebagai langkah awal menuju rehabilitasi lahan yang berkelanjutan. Diperkaya dengan penjelasan yang edukatif, ilustratif, dan mudah diikuti, buku ini menjadi bacaan yang menarik bagi mahasiswa, pendidik, pemerhati lingkungan, praktisi kehutanan, maupun masyarakat umum yang ingin memahami bagaimana sebuah benih dapat menjadi awal dari tumbuhnya hutan baru dan lahirnya kembali lahan yang lebih hijau, produktif, serta bermanfaat bagi kehidupan.
| Detail Buku | |
| Penulis Buku | Dr. Sukariyan, S.Hut., M.P. |
| Editor | Saskia Putri Nabilla, S.Hum. |
| Penyunting | Amalia Maulani, S.Ak. |
| Desain Sampul & Tata Letak | Sinta Oktavia, S.T |
| Penerbit | CV. NUSANTARA PRESS INDONESIA |
| Kategori | Kehutanan |
| Tahun Terbit | 2026 |
| Ukuran | UNESCO (15,5 x 23) cm |
| Jumlah Halaman | 146 Hal |


Ulasan
Belum ada ulasan.